<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://my-itb.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://my-itb.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 21:13:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Teori-Teori Motivasi</title>
		<link>http://my-itb.com/teori-teori-motivasi/</link>
		<comments>http://my-itb.com/teori-teori-motivasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 22:11:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-itb.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Akhmad Sudrajat, M.Pd. Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>oleh : Akhmad Sudrajat, M.Pd.</strong></p>
<p>Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).</p>
<p><a href="http://my-itb.com/wp-content/uploads/2011/12/mario-teguh-golden-ways-150x150.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-167" title="mario-teguh-golden-ways-150x150" src="http://my-itb.com/wp-content/uploads/2011/12/mario-teguh-golden-ways-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.. Kajian tentang motivasi telah sejak lama memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan pendidik, manajer, dan peneliti, terutama dikaitkan dengan kepentingan upaya pencapaian kinerja (prestasi) seseorang. Dalam konteks studi psikologi, Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya: (1) durasi kegiatan; (2) frekuensi kegiatan; (3) persistensi pada kegiatan; (4) ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan; (5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan; (6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan; (7) tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan; (8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan.</p>
<form action="http://www.my-itb.com/upload/tata%20kelola%20sekolah%20berbasis%20ict.pdf" method="post"></form>
<p>Untuk memahami tentang motivasi, kita akan bertemu dengan beberapa teori tentang motivasi, antara lain : (1) teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan); (2) Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi); (3) teori Clyton Alderfer (Teori ERG); (4) teori Herzberg (Teori Dua Faktor); (5) teori Keadilan; (6) Teori penetapan tujuan; (7) Teori Victor H. Vroom (teori Harapan); (8) teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku; dan (9) teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi. (disarikan dari berbagai sumber : Winardi, 2001:69-93; Sondang P. Siagian, 286-294; Indriyo Gitosudarmo dan Agus Mulyono,183-190, Fred Luthan,140-167).</p>
<p><strong>1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)</strong></p>
<p>Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; (2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.</p>
<p>Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.</p>
<p>Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua,- dalam hal ini keamanan- sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, dan papan terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman, demikian pula seterusnya.</p>
<p>Berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman tentang berbagai kebutuhan manusia makin mendalam penyempurnaan dan “koreksi” dirasakan bukan hanya tepat, akan tetapi juga memang diperlukan karena pengalaman menunjukkan bahwa usaha pemuasan berbagai kebutuhan manusia berlangsung secara simultan. Artinya, sambil memuaskan kebutuhan fisik, seseorang pada waktu yang bersamaan ingin menikmati rasa aman, merasa dihargai, memerlukan teman serta ingin berkembang.</p>
<p>Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih tepat apabila berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hierarki. Dalam hubungan ini, perlu ditekankan bahwa :</p>
<ul>
<li>Kebutuhan yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan timbul lagi di waktu yang akan datang;</li>
<li>Pemuasaan berbagai kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan fisik, bisa bergeser dari pendekatan kuantitatif menjadi pendekatan kualitatif dalam pemuasannya.</li>
<li>Berbagai kebutuhan tersebut tidak akan mencapai “titik jenuh” dalam arti tibanya suatu kondisi dalam mana seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu dalam pemenuhan kebutuhan itu.</li>
</ul>
<p>Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis, namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>2. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)</strong></p>
<p>Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”</p>
<p>Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu : (1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat; (2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan (3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.</p>
<p><strong>3. Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG)</strong></p>
<p>Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu : E = Existence (kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain, dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan)</p>
<p>Jika makna tiga istilah tersebut didalami akan tampak dua hal penting. Pertama, secara konseptual terdapat persamaan antara teori atau model yang dikembangkan oleh Maslow dan Alderfer. Karena “Existence” dapat dikatakan identik dengan hierarki pertama dan kedua dalam teori Maslow; “ Relatedness” senada dengan hierarki kebutuhan ketiga dan keempat menurut konsep Maslow dan “Growth” mengandung makna sama dengan “self actualization” menurut Maslow. Kedua, teori Alderfer menekankan bahwa berbagai jenis kebutuhan manusia itu diusahakan pemuasannya secara serentak. Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa :</p>
<ul>
<li>Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu, makin besar pula keinginan untuk memuaskannya;</li>
<li>Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan;</li>
<li>Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar.</li>
</ul>
<p>Tampaknya pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh manusia. Artinya, karena menyadari keterbatasannya, seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya.</p>
<p><strong>4. Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)</strong></p>
<p>Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.</p>
<p>Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.</p>
<p>Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku.<br />
Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik</p>
<p><strong>5. Teori Keadilan</strong></p>
<p>Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :</p>
<ul>
<li>Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau</li>
<li>Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.</li>
</ul>
<p>Dalam menumbuhkan persepsi tertentu, seorang pegawai biasanya menggunakan empat hal sebagai pembanding, yaitu :</p>
<ul>
<li>Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan, sifat pekerjaan dan pengalamannya;</li>
<li>Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri;</li>
<li>Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama serta melakukan kegiatan sejenis;</li>
<li>Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan yang merupakan hak para pegawai</li>
</ul>
<p>Pemeliharaan hubungan dengan pegawai dalam kaitan ini berarti bahwa para pejabat dan petugas di bagian kepegawaian harus selalu waspada jangan sampai persepsi ketidakadilan timbul, apalagi meluas di kalangan para pegawai. Apabila sampai terjadi maka akan timbul berbagai dampak negatif bagi organisasi, seperti ketidakpuasan, tingkat kemangkiran yang tinggi, sering terjadinya kecelakaan dalam penyelesaian tugas, seringnya para pegawai berbuat kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan masing-masing, pemogokan atau bahkan perpindahan pegawai ke organisasi lain.</p>
<p><strong>6. Teori penetapan tujuan (goal setting theory)</strong></p>
<p>Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni : (a) tujuan-tujuan mengarahkan perhatian; (b) tujuan-tujuan mengatur upaya; (c) tujuan-tujuan meningkatkan persistensi; dan (d) tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan. Bagan berikut ini menyajikan tentang model instruktif tentang penetapan tujuan.</p>
<p><strong>7. Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan )</strong></p>
<p>Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya.</p>
<p>Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.</p>
<p>Di kalangan ilmuwan dan para praktisi manajemen sumber daya manusia teori harapan ini mempunyai daya tarik tersendiri karena penekanan tentang pentingnya bagian kepegawaian membantu para pegawai dalam menentukan hal-hal yang diinginkannya serta menunjukkan cara-cara yang paling tepat untuk mewujudkan keinginannnya itu. Penekanan ini dianggap penting karena pengalaman menunjukkan bahwa para pegawai tidak selalu mengetahui secara pasti apa yang diinginkannya, apalagi cara untuk memperolehnya.</p>
<p><strong>8. Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku</strong></p>
<p>Berbagai teori atau model motivasi yang telah dibahas di muka dapat digolongkan sebagai model kognitif motivasi karena didasarkan pada kebutuhan seseorang berdasarkan persepsi orang yang bersangkutan berarti sifatnya sangat subyektif. Perilakunya pun ditentukan oleh persepsi tersebut.</p>
<p>Padahal dalam kehidupan organisasional disadari dan diakui bahwa kehendak seseorang ditentukan pula oleh berbagai konsekwensi ekstrernal dari perilaku dan tindakannya. Artinya, dari berbagai faktor di luar diri seseorang turut berperan sebagai penentu dan pengubah perilaku.</p>
<p>Dalam hal ini berlakulah apaya yang dikenal dengan “hukum pengaruh” yang menyatakan bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai konsekwensi yang menguntungkan dirinya dan mengelakkan perilaku yang mengibatkan perilaku yang mengakibatkan timbulnya konsekwensi yang merugikan.</p>
<p>Contoh yang sangat sederhana ialah seorang juru tik yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam waktu singkat. Juru tik tersebut mendapat pujian dari atasannya. Pujian tersebut berakibat pada kenaikan gaji yang dipercepat. Karena juru tik tersebut menyenangi konsekwensi perilakunya itu, ia lalu terdorong bukan hanya bekerja lebih tekun dan lebih teliti, akan tetapi bahkan berusaha meningkatkan keterampilannya, misalnya dengan belajar menggunakan komputer sehingga kemampuannya semakin bertambah, yang pada gilirannya diharapkan mempunyai konsekwensi positif lagi di kemudian hari.</p>
<p>Contoh sebaliknya ialah seorang pegawai yang datang terlambat berulangkali mendapat teguran dari atasannya, mungkin disertai ancaman akan dikenakan sanksi indisipliner. Teguran dan kemungkinan dikenakan sanksi sebagi konsekwensi negatif perilaku pegawai tersebut berakibat pada modifikasi perilakunya, yaitu datang tepat pada waktunya di tempat tugas.<br />
Penting untuk diperhatikan bahwa agar cara-cara yang digunakan untuk modifikasi perilaku tetap memperhitungkan harkat dan martabat manusia yang harus selalu diakui dan dihormati, cara-cara tersebut ditempuh dengan “gaya” yang manusiawi pula.</p>
<p><strong>9. Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi.</strong></p>
<p>Bertitik tolak dari pandangan bahwa tidak ada satu model motivasi yang sempurna, dalam arti masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, para ilmuwan terus menerus berusaha mencari dan menemukan sistem motivasi yang terbaik, dalam arti menggabung berbagai kelebihan model-model tersebut menjadi satu model. Tampaknya terdapat kesepakan di kalangan para pakar bahwa model tersebut ialah apa yang tercakup dalam teori yang mengaitkan imbalan dengan prestasi seseorang individu .</p>
<p>Menurut model ini, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk pada faktor internal adalah : (a) persepsi seseorang mengenai diri sendiri; (b) harga diri; (c) harapan pribadi; (d) kebutuhaan; (e) keinginan; (f) kepuasan kerja; (g) prestasi kerja yang dihasilkan.</p>
<p>Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain ialah : (a) jenis dan sifat pekerjaan; (b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung; (c) organisasi tempat bekerja; (d) situasi lingkungan pada umumnya; (e) sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.</p>
<p><a href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/06/teori-teori-motivasi/" target="_blank">SUMBER</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://my-itb.com/teori-teori-motivasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DEFINISI, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI  BIMBINGAN DAN KONSELING</title>
		<link>http://my-itb.com/definisi-fungsi-dan-implementasi-bimbingan-dan-konseling/</link>
		<comments>http://my-itb.com/definisi-fungsi-dan-implementasi-bimbingan-dan-konseling/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 21:59:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-itb.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Fungsi Bimbingan dan Konseling adalah : Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fungsi Bimbingan dan Konseling adalah :</p>
<ol>
<li><strong><em>Fungsi Pemahaman</em></strong>, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.</li>
<li><em><strong>Fungsi Preventif</strong></em>, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.</li>
<li>Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, <em>drop out</em>, dan pergaulan bebas (<em>free sex</em>).</li>
<li><em><strong>Fungsi Pengembangan</strong></em>, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai <em>teamwork</em> berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat <em>(brain storming</em>), <em>home room</em>, dan karyawisata.</li>
<li><em><strong>Fungsi Penyembuhan, </strong></em>yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan <em>remedial teaching</em>.</li>
<li><em><strong>Fungsi Penyaluran</strong></em>, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.</li>
<li><em><strong>Fungsi Adaptasi</strong></em>, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli.</li>
<li><em><strong>Fungsi Penyesuaian</strong></em>, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.</li>
<li><em><strong>Fungsi Perbaikan,</strong></em> yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.</li>
<li><em><strong>Fungsi Fasilitasi,</strong></em> memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli.</li>
<li><em><strong>Fungsi Pemeliharaan,</strong></em> yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseling</li>
</ol>
<form action="http://www.my-itb.com/upload/tata%20kelola%20sekolah%20berbasis%20ict.pdf" method="post"></form>
<p>Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan, baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Prinsip-prinsip itu adalah:</p>
<ol>
<li><em><strong>Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli</strong></em>. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah; baik pria maupun wanita; baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif); dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual).</li>
<li><em><strong>Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi</strong></em>. Setiap konseli bersifat unik (berbeda satu sama lainnya), dan melalui bimbingan konseli dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli, meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok.</li>
<li><em><strong>Bimbingan menekankan hal yang positif</strong></em>. Dalam kenyataan masih ada konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan, karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut, bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan, karena bimbingan merupakan cara untuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri, memberikan dorongan, dan peluang untuk berkembang.</li>
<li><em><strong>Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. </strong></em>Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Mereka bekerja sebagai <em>teamwork.</em></li>
<li><em><strong>Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. </strong></em>Bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada konseli, yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. Kehidupan konseli diarahkan oleh tujuannya, dan bimbingan memfasilitasi konseli untuk memper-timbangkan, menyesuaikan diri, dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan, tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan konseli untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan.</li>
<li><em><strong>Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan.</strong></em> Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah, tetapi juga di lingkungan keluarga, perusahaan/industri, lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan masyarakat pada umumnya. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek, yaitu meliputi aspek pribadi, sosial, pendidikan, dan pekerjaan.</li>
</ol>
<p>Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut.</p>
<ol>
<li><strong>Asas Kerahasiaan, </strong>yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin.</li>
<li><strong>Asas kesukarelaan, </strong>yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut.</li>
<li><strong>Asas keterbukaan, </strong>yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Agar konseli dapat terbuka, guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.</li>
<li><strong>Asas kegiatan, </strong>yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya.</li>
<li><strong>Asas kemandirian, </strong>yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling, yakni: konseli (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli.</li>
<li><strong>Asas Kekinian, </strong>yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang. Pelayanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang.</li>
<li><strong>Asas Kedinamisan, </strong>yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.</li>
<li><strong>Asas Keterpaduan, </strong>yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis, dan terpadu. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.</li>
<li><strong>Asas Keharmonisan, </strong>yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada, yaitu nilai dan norma agama, hukum dan peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan yang berlaku. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. Lebih jauh, pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan konseli (konseli) memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai dan norma tersebut.</li>
<li><strong>Asas Keahlian, </strong>yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Dalam hal ini, para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling.</li>
<li><strong>Asas Alih Tangan Kasus, </strong>yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua, guru-guru lain, atau ahli lain ; dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain.</li>
</ol>
<p><a href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/14/fungsi-prinsip-dan-asas-bimbingan-dan-konseling/" target="_blank">sumber:</a></p>
<h1><strong>INFO PRODUK YANG LAIN</strong></h1>
<h2><a href="../category/software-sekolah/" target="_self"><strong>SOFTWARE SEKOLAH</strong></a></h2>
<h2><a href="../category/software-kesehatan/" target="_self"><strong>SOFTWARE KESEHATAN</strong></a></h2>
<h2><strong><a href="../category/software-komersil/" target="_self">SOFTWARE KOMERSIL</a></strong></h2>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://my-itb.com/definisi-fungsi-dan-implementasi-bimbingan-dan-konseling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SERTIFIKASI GURU TAHUN 2011: ANTARA PORTOFOLIO ATAU PLPG</title>
		<link>http://my-itb.com/sertifikasi-guru-tahun-2011-antara-portofolio-atau-plpg/</link>
		<comments>http://my-itb.com/sertifikasi-guru-tahun-2011-antara-portofolio-atau-plpg/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 21:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-itb.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Dr. Bujang Rahman, M.Si Dekan FKIP Unila selaku wakil ketua Rayon 7 Guru tidak perlu merasa bingung mempersiapkan portofolio dengan seperangkat dokumen kelengkapannya, menyita waktu siang dan malam bahkan tidak jarang meninggalkan tugas mengajar. “Demi Portofolio”. Bahkan tidak sedikit diantara guru yang sanggup mengeluarkan isi koceknya sendiri untuk membayar atau menyewa pihak tertentu agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Dr. Bujang Rahman, M.Si</p>
<p>Dekan FKIP Unila selaku wakil ketua Rayon 7</p>
<p>Guru tidak perlu merasa bingung mempersiapkan portofolio dengan seperangkat dokumen kelengkapannya, menyita waktu siang dan malam bahkan tidak jarang meninggalkan tugas mengajar. “Demi Portofolio”. Bahkan tidak sedikit diantara guru yang sanggup mengeluarkan isi koceknya sendiri untuk membayar atau menyewa pihak tertentu agar portofolionya menjadi tebal.</p>
<p>Pemandangan seperti itu tidak akan terjadi lagi pada sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2011. Tampaknya tahun 2011 merupakan tahun perubahan secara fundamental, salah satu diantaranya kuota untuk jalur portofolio dan PLPG sudah ditetapkan sejak dini. Dari kuota 2011 se provinsi Lampung sebanyak 9451 orang, hanya 93 orang melalui jalur penilaian portofolio, sisanya 9538 orang langsung melalui jalur PLPG dan PSPL (Pemberian Sertifikat Pendidik Langsung).</p>
<form action="http://www.my-itb.com/upload/tata%20kelola%20sekolah%20berbasis%20ict.pdf" method="post"></form>
<p>Pertanyaan yang muncul siapakah guru yang ikut jalur portofolio sebanyak 93 orang itu?</p>
<p>Disinilah perbedaan mendasar sertifikasi guru tahun 2011 dengan tahun – tahun sebeleumnya. Guru yang memilih jalur portofolio harus mempersiapkan diri secara maksimal karena harus melalui tes awal yang akan dilaksanakan secra online. Konsorsium sertifikasi guru (KSG) mempersiapkan tes awal tersebut yang akan menjadi instrument untuk menentukan apakah seorang guru dapat mengikuti sertifikasi melalui jalur portofolio. Bagi guru yang lulus tes awal, baru kemudian diminta untuk menyusun portofolio, sedangkan yang dinyatakan tidak lulus tes awal, mengikuti PLPG.</p>
<p>Dengan demikian guru yang akan mengikuti PLPG terdiri atas : guru yang sejak awal memilih jalur PLPG dan guru yang memilih jalur portofolio akan tetapi tidak lulus tes awal.</p>
<p>Dimanakah guru melaksanakan Tes Awal <em>online</em>? di warnet? di rumah?, di sekolah? di kantor? Oh, jelas tidak boleh. Kalau tes awal dapat dilakukan dimana saja maka pengawasan sulit dilaksanakan sehingga perjokian dan penyimpangan – penyimpangan lain dapat terjadi. Sorry… kepada para guru, bukan tidak percaya, tetapi untuk meyakinkan bahwa guru tidak melakukan kecurangan.</p>
<p>Tes Awal <em>online</em> akan dilaksanakan di ICT center yang akan ditunjuk oleh Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) Pusat. ICT Center yang ditunjuk oleh konsorsium bisa di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) atau di tempat lain yang dikoordinir oleh LPTK.</p>
<p>Tegasnya, sekurangnya ada dua hal penting yang harus disiapkan guru yang akan memilih jalur portofolio. Pertama, kemampuan untuk mengakses / mengoperasikan internet, karena Tes Awal diikuti secara online oleh guru yang bersangkutan. Tidak bisa dibantu oleh orang lain apalagi diwakilkan. Kedua, mempersiapkan diri untuk menguasai komponen-komponen materi tes yang akan diujikan yang nanti akan disusun oleh Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) Pusat.</p>
<p>Dengan kata lain, bagi guru yang memilih PLPG tidak perlu lagi mempersiapkan portofolio seperti tahun – tahun sebelumnya, karena akan langsung mengikuti PLPG. Jadi perbedaan mendasar sertifikasi guru 2011 dan tahun – tahun sebelumnya, kalau tahun sebelumnya entry point untuk mengikuti sertifikasi guru melalui jalur portofolio, sedangkan 2011 yang tidak memilih jalur portofolio langsung mengikuti PLPG.</p>
<p><a href="http://fkip.unila.ac.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=46:asg&amp;catid=34:most-popular" target="_blank">SUMBER</a><a href="http://fkip.unila.ac.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=46:asg&amp;catid=34:most-popular" target="_blank"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://my-itb.com/sertifikasi-guru-tahun-2011-antara-portofolio-atau-plpg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syarat dan Ketentuan Peserta Sertifikasi Guru</title>
		<link>http://my-itb.com/syarat-dan-ketentuan-peserta-sertifikasi-guru/</link>
		<comments>http://my-itb.com/syarat-dan-ketentuan-peserta-sertifikasi-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 21:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-itb.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Syarat Peserta Sertifikasi Guru Direktur Jenderal PMPTK telah menerbitkan buku Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Jabatan Guru. Berikut kutipan persyaratan yang harus disiapkan bagi rekan guru yang ditetapkan mengikuti sertifikasi Persyaratan dan Ketentuan Peserta Sertifikasi 2010 adalah: 1. Persyaratan Umum a. Guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Departemen Pendidikan Nasional yaitu guru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Syarat Peserta Sertifikasi Guru</strong></p>
<p>Direktur Jenderal PMPTK telah menerbitkan buku Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Jabatan Guru. Berikut kutipan persyaratan yang harus disiapkan bagi rekan guru yang ditetapkan mengikuti sertifikasi</p>
<p>Persyaratan dan Ketentuan Peserta Sertifikasi 2010 adalah:</p>
<p>1. Persyaratan Umum</p>
<form action="http://www.my-itb.com/upload/tata%20kelola%20sekolah%20berbasis%20ict.pdf" method="post"></form>
<p>a. Guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Departemen Pendidikan Nasional yaitu guru yang mengajar di sekolah umum, kecuali guru Agama. Sertifikasi guru bagi guru Agama (termasuk guru Agama yang memiliki NIP 13) dan semua guru yang mengajar di Madrasah (termasuk guru bidang studi umum yang memiliki NIP diselenggarakan oleh Departemen Agama dengan kuota dan aturan penetapan peserta dari Departemen Agama. Sesuai Surat Edaran Bersama Direktur Jenderal PMPTK dan Sekretaris Jenderal Departemen Agama Nomor SJ/Dj.I/Kp.02/1569/2007, Nomor 4823/F/SE/2007 Tahun 2007.</p>
<p>b. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan formal yang diangkat sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, 1 Desember 2008 (Pasal 67).</p>
<p>c. Guru bukan PNS harus memiliki SK sebagai guru tetap dari penyelenggara</p>
<p>pendidikan, sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK dari dinas pendidikanprovinsi/ kabupaten/kota.</p>
<p>d. Pada tanggal 1 Januari 2011 belum memasuki usia 60 tahun.</p>
<p>e. Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).</p>
<p>2. Persyaratan Khusus untuk Uji Kompetensi melalui Penilaian Portofolio</p>
<p>a. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang memiliki izin penyelenggaraan</p>
<p>b. Memiliki masa kerja sebagai guru (PNS atau bukan PNS) minimal 5 tahun pada suatu satuan pendidikan dan pada saat Undang?Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen terbit yang bersangkutan sudah menjadi guru. (Contoh perhitungan masa kerja lihat urutan prioritas penetapan peserta pada BAB III)</p>
<p>c. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang belum memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV apabila sudah:</p>
<p>1) Pada 1 Januari 2010 mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau</p>
<p>2) mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a.</p>
<p>3. Persyaratan Khusus untuk Guru yang diberi Sertifikat secara Langsung</p>
<p>a. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki kualifikasi akademik magister (S?2) atau doktor (S?3) dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya, atau guru kelas dan guru bimbingan dan konseling atau konselor, dengan golongan sekurang?kurangnya IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b.</p>
<p>b. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki golongan serendah?rendahnya IV/c atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c.</p>
<h2><strong>INFO PRODUK YANG LAIN KLIK TULISAN DIBAWAH </strong><strong> </strong></h2>
<h2><a href="../category/software-sekolah/" target="_self"><strong>SOFTWARE SEKOLAH</strong></a></h2>
<h2><a href="../category/software-kesehatan/" target="_self"><strong>SOFTWARE KESEHATAN</strong></a></h2>
<h2><strong><a href="../category/software-komersil/" target="_self">SOFTWARE KOMERSIL</a></strong></h2>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://my-itb.com/syarat-dan-ketentuan-peserta-sertifikasi-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Sertifikasi Guru dan Dosen</title>
		<link>http://my-itb.com/tentang-sertifikasi-guru-dan-dosen/</link>
		<comments>http://my-itb.com/tentang-sertifikasi-guru-dan-dosen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 21:26:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-itb.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru profesional harus memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://my-itb.com/wp-content/uploads/2011/12/guru-mengajar-150x150.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-148" title="guru-mengajar-150x150" src="http://my-itb.com/wp-content/uploads/2011/12/guru-mengajar-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru profesional harus memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi (pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian), memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.</p>
<p>Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional tersebut dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Lebih lanjut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru tersebut mendefinisikan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.</p>
<p>Diharapkan agar guru sebagai tenaga profesional dapat berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran dan berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dengan terlaksananya sertifikasi guru, diharapkan akan berdampak pada meningkatnya mutu pembelajaran dan mutu pendidikan secara berkelanjutan.<br />
Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru 2010</p>
<p>Pelaksanaan sertifikasi guru dimulai pada tahun 2007 setelah diterbitkannya Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Setifikasi bagi Guru dalam Jabatan. Tahun 2010 ini merupakan tahun keempat pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan. Landasan yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan sertifikasi guru tahun 2010 adalah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Oleh karena itu, ada beberapa perubahan mendasar dalam proses penetapan peserta sertifikasi guru tahun 2010. Jumlah sasaran peserta sertifikasi guru setiap tahunnya ditentukan oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional.</p>
<form action="http://www.my-itb.com/upload/tata%20kelola%20sekolah%20berbasis%20ict.pdf" method="post"></form>
<p>Tahapan pelaksanaan sertifikasi guru dimulai dengan pembentukan panitia pelaksanaan sertifikasi guru di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, pemberian kuota kepada dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, dan penetapan peserta oleh dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota. Agar seluruh instansi yaitu dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, LPMP dan unsur terkait dengan pelaksanaan sertifikasi guru mempunyai pemahaman yang sama tentang kriteria dan proses penetapan peserta sertifikasi guru, maka perlu disusun Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan.</p>
<p><em>(Sumber : Buku 1 Pedoman Penetapan Peserta)</em></p>
<h2><strong><strong>INFO PRODUK YANG LAIN KLIK TULISAN DIBAWAH</strong></strong></h2>
<h2><a href="../category/software-sekolah/" target="_self"><strong>SOFTWARE SEKOLAH</strong></a></h2>
<h2><a href="../category/software-kesehatan/" target="_self"><strong>SOFTWARE KESEHATAN</strong></a></h2>
<h2><strong><a href="../category/software-komersil/" target="_self">SOFTWARE KOMERSIL</a></strong></h2>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://my-itb.com/tentang-sertifikasi-guru-dan-dosen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SOFTWARE APLIKASI PENDAFTARAN PASIEN</title>
		<link>http://my-itb.com/software-aplikasi-pendaftaran-pasien/</link>
		<comments>http://my-itb.com/software-aplikasi-pendaftaran-pasien/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 21:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOFTWARE KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[SOFTWARE KLINIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-itb.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Aplikasi TheDoctor adalah software yang digunakan untuk proses pendaftaran (Registrasi) pasien ketika pertama kali datang ke klinik. Aplikasi klinik TheDoctor juga dilengkapi dengan pendaftaran periksa pasien (Reservasi). Dengan menggunakan aplikasi TheDoctor ini maka klinik bisa mengetahui jumlah pasien yang melakukan pendaftaran setiap harinya. Pada software klinik TheDoctor ini dilengkapi dengan electronic medical record(rekam medis elektronik) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://my-itb.com/wp-content/uploads/2011/12/doctor-150x150.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-142" title="doctor-150x150" src="http://my-itb.com/wp-content/uploads/2011/12/doctor-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Aplikasi TheDoctor adalah software yang digunakan untuk proses pendaftaran (Registrasi) pasien ketika pertama kali datang ke klinik. Aplikasi klinik TheDoctor juga dilengkapi dengan pendaftaran periksa pasien (Reservasi). Dengan menggunakan aplikasi TheDoctor ini maka klinik bisa mengetahui jumlah pasien yang melakukan pendaftaran setiap harinya. Pada software klinik TheDoctor ini dilengkapi dengan <em>electronic medical record</em>(rekam medis elektronik) bagi pasien sehingga dokter tidak perlu mencari pada lembar kertas seperti yang digunakan pada cara atau model lama. TheDoctor juga dilengkapi dengan daftar dokter yang sedang praktek dokter tersebut. Aplikasi TheDoctor ini dilengkapi dengan jadwal praktek dokter dan cetak kartu pasien yang ukurannya sama dengan ukuran kartu ATM sehingga klinik tidak perlu memesan kartu pasien secara terpisah</p>
<h4><a title="manajemen klinik yang  baik" href="http://www.youtube.com/playlist?list=PL4BC756B49E7E35EF&amp;feature=addto" target="_self">KLIK DISINI UNTUK MELIHAT VIDEO MANEJEMEN KLINIK YANG BAIK</a></h4>
<form action="http://www.my-itb.com/upload/tata%20kelola%20sekolah%20berbasis%20ict.png"></form>
<h2><a title="SOFTWARE KLINIK" href="http://www.my-itb.com/upload/Manual%20MedReg.rar" target="_self"><strong>DOWNLOAD MANUAL SOFTWARE KLINIK, KLIK DISINI GRATIS</strong></a></h2>
<form action="http://my-itb.com/cara-pembelian/" method="post"></form>
<h1><strong>INFO PRODUK YANG LAIN</strong></h1>
<h2><a href="../category/software-sekolah/" target="_self"><strong>SOFTWARE SEKOLAH</strong></a></h2>
<h2><a href="../category/software-kesehatan/" target="_self"><strong>SOFTWARE KESEHATAN</strong></a></h2>
<h2><strong><a href="../category/software-komersil/" target="_self">SOFTWARE KOMERSIL</a></strong></h2>
<p><strong><a href="../wp-content/uploads/2011/01/Form-Pemeriksaan.jpg"><br />
</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://my-itb.com/software-aplikasi-pendaftaran-pasien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PELAKSANAAN KEGIATAN KELOMPOK KERJA GURU (KKG) DAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP)</title>
		<link>http://my-itb.com/pelaksanaan-kegiatan-kelompok-kerja-guru-kkg-dan-musyawarah-guru-mata-pelajaran-mgmp/</link>
		<comments>http://my-itb.com/pelaksanaan-kegiatan-kelompok-kerja-guru-kkg-dan-musyawarah-guru-mata-pelajaran-mgmp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 21:08:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-itb.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Banyak  upaya  untuk  meningkatkan  kemampuan profesional guru. Salah satu kegiatan  yang dilakukan adalah melalui  sistem pembinaan profesional, pembentukan gugus sekolah dan pembinaan profesional di  masing-masing  sekolah.  Pada  setiap gugus SD/MI dibentuk Kelompok Kegiatan Kepala  Sekolah  (KKKS)  dan  Kelompok Kerja Guru (KKG), sedangkan di SMP/MTs disebut Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Walaupun gugus sekolah sudah dibentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://my-itb.com/wp-content/uploads/2011/12/mgmp-GURU.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-134" title="mgmp-GURU" src="http://my-itb.com/wp-content/uploads/2011/12/mgmp-GURU.jpg" alt="" width="200" height="133" /></a>Banyak  upaya  untuk  meningkatkan  kemampuan profesional guru. Salah satu kegiatan  yang dilakukan adalah melalui  sistem pembinaan profesional, pembentukan gugus sekolah dan pembinaan profesional di  masing-masing  sekolah.  Pada  setiap gugus SD/MI dibentuk Kelompok Kegiatan Kepala  Sekolah  (KKKS)  dan  Kelompok Kerja Guru (KKG), sedangkan di SMP/MTs disebut Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Walaupun gugus sekolah sudah dibentuk dan kegiatan kelompok kerja guru melalui  KKG  dan  MGMP  telah  berjalan, namun  pelaksanaan  kegiatan  ini  sering kurang memadai sebagai forum untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Dalam  sesi  ini  peserta  diajak  memahami dan menggali cara mengelola dan mengaktifkan KKG dan MGMP pada setiap gugus sekolah, menyiapkan program  yang  terfokus pada peningkatan mutu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dan membahas pelaksanaan KKG/MGMP. Pada kegiatan ini juga peserta pelatihan akan mengkaji/membahas contoh pemodelan kegiatan KKG dan MGMP yang terfokus pada persiapan  dan  pelaksanaan mengajar  berdasarkan  topik  atau  pokok  bahasan yang ada sesuai dengan kurikulum</p>
<h1><strong>INFO PRODUK YANG LAIN</strong></h1>
<h2><a href="../category/software-sekolah/" target="_self"><strong>SOFTWARE SEKOLAH</strong></a></h2>
<h2><a href="../category/software-kesehatan/" target="_self"><strong>SOFTWARE KESEHATAN</strong></a></h2>
<h2><strong><a href="../category/software-komersil/" target="_self">SOFTWARE KOMERSIL</a></strong></h2>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://my-itb.com/pelaksanaan-kegiatan-kelompok-kerja-guru-kkg-dan-musyawarah-guru-mata-pelajaran-mgmp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Sistem Informasi  Counter Pulsa Handphone</title>
		<link>http://my-itb.com/aplikasi-sistem-informasi-counter-pulsa-handphone-3/</link>
		<comments>http://my-itb.com/aplikasi-sistem-informasi-counter-pulsa-handphone-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 06:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOFTWARE KOMERSIL]]></category>
		<category><![CDATA[SOFTWARE KONTER HP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-itb.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Gus Ipul adalah Aplikasi Sistem Informasi Counter Pulsa yang digunakan sebagai alat rekapitulasi penjualan pulsa ke konsumen. Selama ini Counter pulsa menggunakan buku untuk menulis rekapitulasi pengisian deposit dan penjualan pulsanya, dan pada proses ini sering terjadi kesalahan dalam penulisan serta perhitungan total penjualannya. Dengan adanya Gus Ipul ini, diharapkan Counter pulsa akan lebih mudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gus Ipul adalah Aplikasi Sistem Informasi Counter Pulsa yang digunakan sebagai alat rekapitulasi penjualan pulsa ke konsumen. Selama ini Counter pulsa menggunakan buku untuk menulis rekapitulasi pengisian<br />
deposit dan penjualan pulsanya, dan pada proses ini sering terjadi kesalahan dalam penulisan serta perhitungan total penjualannya.<br />
Dengan adanya Gus Ipul ini, diharapkan Counter pulsa akan lebih mudah dalam melakukan rekapitulasi dan perhitungan total penjualan pulsanya. Karena pada Gus Ipul sudah dilengkapi menu rekapitulasi pengisian deposit<br />
pulsa ke dealer dan rekapitulasi pengisian pulsa ke konsumen. Selain itu, pada Gus Ipul juga sudah dilengkapi dengan laporan – laporan yang sangat berguna untuk mengetahui perkembangan Counter pulsa anda. Laporan tersebut diantaran adalah laporan transaksi pengisian pulsa ke konsumen, laporan rugi laba, laporan perubahan harga, serta grafik penjualan yang sangat berguna untuk mengetahui data penjualan pulsa terlaris.</p>
<form action="http://www.my-itb.com/upload/tata%20kelola%20sekolah%20berbasis%20ict.pdf" method="post"></form>
<form action="http://my-itb.com/cara-pembelian/" method="post"></form>
<h2><a title="software konter handphone" href="http://www.my-itb.com/upload/Manual%20GusIpul.rar" target="_self"><strong>DOWNLOAD MANUAL SOFTWARE KONTER HP, KLIK DISINI GRATIS !!!</strong></a></h2>
<h1><strong>Fitur Utama </strong></h1>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fitur utama dari Gus Ipul adalah: </strong></p>
<ul>
<li>FORMAT PENGISIAN yang mudah dengan tombol yang disesuaikanb untuk mengarahkan pengguna agar terhindar dari kesalahan saat memasukkan data dealer, operator, jenis pulsa, serta data transaksi pengisian deposit ke dealer dan pengisian pulsa ke konsumen.</li>
<li>Menu MASTER DEALER. Adalah menu yang digunakan untuk memasukkan data dealer (supplier) pulsa dari Counter pulsa anda. Pada menu ini Anda bisa memasukkan lebih dari 1 data dealer pulsa.</li>
<li>Menu MASTER OPERATOR. Menu ini digunakan untuk memasukkan data semua operator pulsa yang ada di Indonesia yang pulsanya anda jual di Counter pulsa anda. Contoh: IM3, XL, AXIS, Mentari, Simpati, dll.</li>
<li>Menu MASTER PULSA digunakan untuk memasukkan data pulsa yang anda jual di Counter anda. Data pulsa yang dimasukkan pada menu ini sesuai dengan nominal pulsa yang anda jual. Pada menu ini anda bisa memasukkan data kode pulsa, nominal pulsa, harga dari dealer, harga jual anda ke konsumen, dan lain sebagainya.</li>
<li>Menu PENGISIAN DEPOSIT digunakan untuk memasukkan data pengisian deposit yang sudah dilakukan ke dealer. Data deposit yang anda masukkan akan otomatis ditambahkan dengan sisa deposit sebelumnya.</li>
<li>Menu PENGISIAN PULSA. Menu ini digunakan untuk memasukkan rekapitulasi data pengisian pulsa ke konsumen. Pada menu ini anda bisa memasukkan no hp konsumen, nominal pulsa yang dibeli, tanggal transaksi, dan data lainnya serta pada menu ini anda juga bisa menambahkan diskon pada transaksi tersebut (jika ada diskon).</li>
<li>Menu UPDATE HARGA PULSA. Menu ini digunakan untuk mengubah harga pulsa yang anda jual. Data harga yang diubah bisa harga dari dealer atau harga jual ke konsumen.</li>
<li>Laporan Transaksi. Pada laporan ini anda bisa melihat data transaksi pengisian pulsa ke konsumen. Data ini diantaranya no hp konsumen, nominal pulsa, tanggal transaksi, dan lain sebagainya.</li>
<li>Laporan Rugi Laba dari pengisian deposit pulsa dan penjualan pulsa ke konsumen. Sehingga bisa diketahui perkembangan usaha (untung / rugi) dari Counter pulsa anda.</li>
<li>GRAFIK PENJUALAN yang berfungsi untuk melihat data penjualan pulsa terlaris di Counter anda.</li>
<li>OTORITAS USER. Menu yang digunakan untuk proses pengaturan user yang boleh menggunakan program yang dapat diatur sesuai dengan</li>
<li>Group atau kelompok pengguna sehingga lebih aman dari proses manipulasi data oleh user yang tidak diberi kewenangan.</li>
<li>BACKUP &amp; RESTORE database yang mudah sehingga user tidak perlu takut kehilangan data jika terjadi kerusakan pada komputer.</li>
<li>NETWORK SUPPORTED. Gus Ipul dapat digunakan dalam jaringan sehingga bisa digunakan untuk berbagi pakai data Counter Pulsa dalam satu jaringan komputer.</li>
</ul>
<h2><strong><strong><a title="software jadwal" href="http://jadwalsekolah.com/" target="_self"><strong><strong>DOWNLOAD SOFTWARE CARA MEMBUAT JADWAL PELAJARAN SEKOLAH.</strong></strong></a></strong></strong></h2>
<h1><strong>INFO PRODUK YANG LAIN</strong></h1>
<h2><a href="../category/software-sekolah/" target="_self"><strong>SOFTWARE SEKOLAH</strong></a></h2>
<h2><a href="../category/software-kesehatan/" target="_self"><strong>SOFTWARE KESEHATAN</strong></a></h2>
<h2><strong><a href="../category/software-komersil/" target="_self">SOFTWARE KOMERSIL</a></strong></h2>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://my-itb.com/aplikasi-sistem-informasi-counter-pulsa-handphone-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Sistem Informasi Counter Pulsa Handphone</title>
		<link>http://my-itb.com/aplikasi-sistem-informasi-counter-pulsa-handphone-2/</link>
		<comments>http://my-itb.com/aplikasi-sistem-informasi-counter-pulsa-handphone-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 06:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOFTWARE KOMERSIL]]></category>
		<category><![CDATA[SOFTWARE KONTER HP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-itb.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Gus Ipul adalah Aplikasi Sistem Informasi Counter Pulsa yang digunakan sebagai alat rekapitulasi penjualan pulsa ke konsumen. Selama ini Counter pulsa menggunakan buku untuk menulis rekapitulasi pengisian deposit dan penjualan pulsanya, dan pada proses ini sering terjadi kesalahan dalam penulisan serta perhitungan total penjualannya. Dengan adanya Gus Ipul ini, diharapkan Counter pulsa akan lebih mudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gus Ipul adalah Aplikasi Sistem Informasi Counter Pulsa yang digunakan sebagai alat rekapitulasi penjualan pulsa ke konsumen. Selama ini Counter pulsa menggunakan buku untuk menulis rekapitulasi pengisian<br />
deposit dan penjualan pulsanya, dan pada proses ini sering terjadi kesalahan dalam penulisan serta perhitungan total penjualannya.<br />
Dengan adanya Gus Ipul ini, diharapkan Counter pulsa akan lebih mudah dalam melakukan rekapitulasi dan perhitungan total penjualan pulsanya. Karena pada Gus Ipul sudah dilengkapi menu rekapitulasi pengisian deposit<br />
pulsa ke dealer dan rekapitulasi pengisian pulsa ke konsumen. Selain itu, pada Gus Ipul juga sudah dilengkapi dengan laporan – laporan yang sangat berguna untuk mengetahui perkembangan Counter pulsa anda. Laporan tersebut diantaran adalah laporan transaksi pengisian pulsa ke konsumen, laporan rugi laba, laporan perubahan harga, serta grafik penjualan yang sangat berguna untuk mengetahui data penjualan pulsa terlaris.</p>
<form action="http://www.my-itb.com/upload/tata%20kelola%20sekolah%20berbasis%20ict.pdf" method="post"></form>
<form action="http://my-itb.com/cara-pembelian/" method="post"></form>
<h2><a title="software konter handphone" href="http://www.my-itb.com/upload/Manual%20GusIpul.rar" target="_self"><strong>DOWNLOAD MANUAL SOFTWARE KONTER HP, KLIK DISINI GRATIS !!!</strong></a></h2>
<h1><strong>Fitur Utama </strong></h1>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fitur utama dari Gus Ipul adalah: </strong></p>
<ul>
<li>FORMAT PENGISIAN yang mudah dengan tombol yang disesuaikanb untuk mengarahkan pengguna agar terhindar dari kesalahan saat memasukkan data dealer, operator, jenis pulsa, serta data transaksi pengisian deposit ke dealer dan pengisian pulsa ke konsumen.</li>
<li>Menu MASTER DEALER. Adalah menu yang digunakan untuk memasukkan data dealer (supplier) pulsa dari Counter pulsa anda. Pada menu ini Anda bisa memasukkan lebih dari 1 data dealer pulsa.</li>
<li>Menu MASTER OPERATOR. Menu ini digunakan untuk memasukkan data semua operator pulsa yang ada di Indonesia yang pulsanya anda jual di Counter pulsa anda. Contoh: IM3, XL, AXIS, Mentari, Simpati, dll.</li>
<li>Menu MASTER PULSA digunakan untuk memasukkan data pulsa yang anda jual di Counter anda. Data pulsa yang dimasukkan pada menu ini sesuai dengan nominal pulsa yang anda jual. Pada menu ini anda bisa memasukkan data kode pulsa, nominal pulsa, harga dari dealer, harga jual anda ke konsumen, dan lain sebagainya.</li>
<li>Menu PENGISIAN DEPOSIT digunakan untuk memasukkan data pengisian deposit yang sudah dilakukan ke dealer. Data deposit yang anda masukkan akan otomatis ditambahkan dengan sisa deposit sebelumnya.</li>
<li>Menu PENGISIAN PULSA. Menu ini digunakan untuk memasukkan rekapitulasi data pengisian pulsa ke konsumen. Pada menu ini anda bisa memasukkan no hp konsumen, nominal pulsa yang dibeli, tanggal transaksi, dan data lainnya serta pada menu ini anda juga bisa menambahkan diskon pada transaksi tersebut (jika ada diskon).</li>
<li>Menu UPDATE HARGA PULSA. Menu ini digunakan untuk mengubah harga pulsa yang anda jual. Data harga yang diubah bisa harga dari dealer atau harga jual ke konsumen.</li>
<li>Laporan Transaksi. Pada laporan ini anda bisa melihat data transaksi pengisian pulsa ke konsumen. Data ini diantaranya no hp konsumen, nominal pulsa, tanggal transaksi, dan lain sebagainya.</li>
<li>Laporan Rugi Laba dari pengisian deposit pulsa dan penjualan pulsa ke konsumen. Sehingga bisa diketahui perkembangan usaha (untung / rugi) dari Counter pulsa anda.</li>
<li>GRAFIK PENJUALAN yang berfungsi untuk melihat data penjualan pulsa terlaris di Counter anda.</li>
<li>OTORITAS USER. Menu yang digunakan untuk proses pengaturan user yang boleh menggunakan program yang dapat diatur sesuai dengan</li>
<li>Group atau kelompok pengguna sehingga lebih aman dari proses manipulasi data oleh user yang tidak diberi kewenangan.</li>
<li>BACKUP &amp; RESTORE database yang mudah sehingga user tidak perlu takut kehilangan data jika terjadi kerusakan pada komputer.</li>
<li>NETWORK SUPPORTED. Gus Ipul dapat digunakan dalam jaringan sehingga bisa digunakan untuk berbagi pakai data Counter Pulsa dalam satu jaringan komputer.</li>
</ul>
<h2><strong><strong><a title="software jadwal" href="http://jadwalsekolah.com/" target="_self"><strong><strong>DOWNLOAD SOFTWARE CARA MEMBUAT JADWAL PELAJARAN SEKOLAH.</strong></strong></a></strong></strong></h2>
<h1><strong>INFO PRODUK YANG LAIN</strong></h1>
<h2><a href="../category/software-sekolah/" target="_self"><strong>SOFTWARE SEKOLAH</strong></a></h2>
<h2><a href="../category/software-kesehatan/" target="_self"><strong>SOFTWARE KESEHATAN</strong></a></h2>
<h2><strong><a href="../category/software-komersil/" target="_self">SOFTWARE KOMERSIL</a></strong></h2>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://my-itb.com/aplikasi-sistem-informasi-counter-pulsa-handphone-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Software Apotik Terbaik dan Terlengkap</title>
		<link>http://my-itb.com/software-apotik-terbaik-dan-terlengkap/</link>
		<comments>http://my-itb.com/software-apotik-terbaik-dan-terlengkap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 06:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOFTWARE APOTIK]]></category>
		<category><![CDATA[SOFTWARE KESEHATAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-itb.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Software Apotik atau Program Apotik adalah aplikasi komputer yang dikembangkan khusus untuk bidang apotik dan praktek Dokter, Aplikasi ini sudah mendukung bisnis proses operasional sehari-hari serta saling terintegrasi. Aplikasi ini di develop berbasis desktop dan berjalan di sistem operasi windows, sehingga dapat memudahkan user dalam penggunaannya, Aplikasi ini juga sudah di design untuk ruang lingkup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://my-itb.com/wp-content/uploads/2011/12/obat-150x150.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-121" title="obat-150x150" src="http://my-itb.com/wp-content/uploads/2011/12/obat-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Software Apotik atau Program Apotik adalah aplikasi komputer yang dikembangkan khusus untuk bidang apotik dan praktek Dokter, Aplikasi ini sudah mendukung bisnis proses operasional sehari-hari serta saling terintegrasi.<br />
Aplikasi ini di develop berbasis desktop dan berjalan di sistem operasi windows, sehingga dapat memudahkan user dalam penggunaannya, Aplikasi ini juga sudah di design untuk ruang lingkup Local Area Network (LAN).<br />
Dalam aplikasi ini antara modul dan sub modul sudah terintegrasi, sehingga setiap pelaporan dan data transaksi dapat dilihat secara real time, tanpa harus menunggu proses akhir hari (EOD), detail dari modul, sub modul dan report aplikasi terlampir. MedStore adalah Software Aplikasi Sistem Informasi Apotek yang mudah dioperasikan. MedStore digunakan untuk mencatat data obat, supplier obat, transaksi pembelian dan penjualan obat, dan fungsi-fungsi lainnya. Dalam pencatatan data-data transaksi pembelian dan penjualan serta data lainnya, MedStore sudah dilengkapi dengan sistem pencatatan menggunakan Tahun Buku. Sehingga bisa diketahui laporan tahunan dari transaksi pembelian dan penjualan.<br />
MedStore akan mencatat data supplier, data obat, data transaksi pembelian dan penjualan obat, return penjualan serta laporan – laporan. Untuk penjualan obat, MedStore juga sudah dilengkapi dengan penjualan obat racikan. Laporan tersebut antara lain laporan pembelian dan penjualan obat, laporan stok obat, laporan rugi laba, dan lain sebagainya.</p>
<h4><a title="manajemen klinik yang  baik" href="http://www.youtube.com/playlist?list=PL4BC756B49E7E35EF&amp;feature=addto" target="_self">KLIK DISINI UNTUK MELIHAT VIDEO MANEJEMEN KLINIK YANG BAIK</a></h4>
<h3><strong>LIHAT VIDEONYA DULU SEBELUM MEMBELI SOFTWARE APOTIK</strong></h3>
<h2><strong><strong><a title="jadwal sekolah" href="http://jadwalsekolah.com/" target="_self"><strong><strong>DOWNLOAD SOFTWARE CARA MEMBUAT JADWAL PELAJARAN SEKOLAH.</strong></strong></a></strong></strong></h2>
<h1><strong>INFO PRODUK YANG LAIN</strong></h1>
<h2><a href="../category/software-sekolah/" target="_self"><strong>SOFTWARE SEKOLAH</strong></a></h2>
<h2><a href="../category/software-kesehatan/" target="_self"><strong>SOFTWARE KESEHATAN</strong></a></h2>
<h2><strong><a href="../category/software-komersil/" target="_self">SOFTWARE KOMERSIL</a></strong></h2>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://my-itb.com/software-apotik-terbaik-dan-terlengkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

